Dusun Cebongan Lor
Nama Dusun : Cebongan Lor
|
![]() |
| Jumlah RT / RW: 5 RT dan 2 RW |
|
| Perbatasan : |
Luas wilayah : 29,5 Ha Jumlah penduduk : ± 737 jiwa (278 KK) data tahun 2009 Agama : Islam (mayoritas), Katolik, dan Kristen |
| Riwayat KKN : |
|
| Pekerjaan Masyarakat : |
|
| Sarana Fisisk : |
|
| Deskripsi : |
| Dusun Cebongan Lor diyakini oleh sebagian masyarakat merupakan bagian dari Cebongan yang sekarang dipecah dua menjadi Cebongan Lor dan Cebongan Kidul. Wilayah Cebongan khususnya Cebongan Lor merupakan pusat perekonomian sejak jaman dahulu. Bahkan diyakini menjadi salah satu pusat perekonomian Yogyakarta semasa jaman kolonial Belanda. Hal ini didukung oleh adanya Pabrik Gula Cebongan pada tahun 1921 (1927 versi kedua).
Pabrik Gula Cebongan merupakan pabrik gula terbesar di DIY pada tahun 1920an. Pabrik ini terletak di Cebongan bagian utara. Bangunan pabrik hancur sebagian pada masa Agresi Belanda tahun 1947. Saat ini, keberadaan pabrik gula tinggallah dalam sejarah semata. Saksi bisu yang masih bisa ditemukan di Dusun Cebongan Lor adalah satu buah bangunan mirip rumah pabrik yang masih tersisa, dan sisa bangunan rel loko (kereta pengangkut tebu). Dusun Cebongan Lor diyakini oleh warganya didirikan oleh seorang Ulama setempat bernama Kyai Cebong beserta istrinya Nyai Cebong. Saat ini keberadaan makam kedua tokoh sejarah tersebut masih dirawat dan keberadaannya masih dapat ditemui di Dusun Cebongan Lor. Dusun Cebongan menempati lokasi yang strategis karena dilewati oleh jalan raya Kebon Agung membujur dari timur, arah Yogyakarta ke barat, arah Kabupaten Kulon Progo. Dusun Cebongan Lor juga memiliki perempatan besar. Arah ke utara menghubungkan dusun ini dengan Ibu Kota Kabupaten Sleman dan arah selatan ke Godean. Dusun Cebongan Lor dekat dengan pasar sehingga roda perekonomian dapat berjalan dengan baik. Di dusun ini juga terdapat kantor Kelurahan dan dekat dengan kantor Kecamatan sehingga menjadikan wilayah Dusun Cebongan Lor sebagai pusat pemerintahan Desa. Bidang pertanian dan peternakan Dusun Cebongan Lor juga sudah baik. Terdapat satu kelompok ternak sapi dan kelompok tani. Hasil pertanian yang umum dari Dusun Cebongan Lor adalah padi dan palawija. Selain itu juga dikembangkan perikanan darat meskipun belum sebaik pertaniannya. Kegiatan industri rumah tangga yang berjalan di Dusun Cebongan Lor adalah industri rumah tangga jamu gendong yang berpusat di RT 02 dan RT 01, kacang sangan di RT 03, akuarium di RT 05, industri mebel kayu dan bambu, dan sagon di RT 03. Dusun Cebongan Lor juga dikenal karena kekompakan karang taruna dan kegiatan kesenian seperti ketoprak, lawak, dan terban. Kegiatan keagamaan dan budaya masih kental seperti nyadran, ruwahan, selikuran, dan kenduri. Dusun Cebongan Lor juga pernah meraih penghargaan dalam lomba senam lansia, dan kejuaraan balita yang diadakan di Puskesmas Mlati. Nama Cebongan saat ini tergeser oleh nama Mlati yang sering digunakan dalam penamaan suatu instansi. Hal ini dikarenakan letak Dusun Cebongan Lor yang berada di pusat pemerintahan Kecamatan Mlati. Masyarakat Dusun Cebongan Lor berharap agar nama Cebongan khususnya Cebongan Lor kembali eksis sebagai nama instansi yang berada di wilayah Dusun Cebongan Lor |
